Assalamu'alaikum :)
Alhamdulillah bisa sempet posting, walaupun cuma ngeshare lirik lagu.. hehehe..
Iya nih, ceritanya ngerjain laporan sambil dengerin radio. Eh tiba-tiba terdengar lagu yang nggak asing di telinga dan entah kenapa tiba-tiba semacam trenyuh pas dengernya(?) mendadak sedih baru denger nadanya (alay banget dah :p). Tapi serius, trenyuh gitulah. Eh pas liat liriknya ya.. gimana atuh jelasinnya. Puitis tapi nggak alay dan sarat makna (etdaaah sotoy abis). Oke deh, daripada bingung lagunya siapa sih? Ini nih lagunya grup band yang dulu ngetop banget. Lagu-lagunya itu punya lirik yang penuh apa ya.. keren lah menurutku pokoknya. Memajukan dunia sastra Indonesia. Nggak kayak lagu sekarang yang menurutku liriknya nggak sarat makna. Asal menghibur aja (eits jangan ditabok, menurutku aja nih.. hehe) Oke deh, ini dia lirik lagunya Letto singkatan dari Laksmita Tristy O. (eaaa tabok mita tabok tabok) Daripada makin geje gini langsung aja yaa ini dia liriknya :) Enjoy with the music!
Sebenarnya Cinta
singer : Letto
Satu detik lalu
Dua hati terbang tinggi
Lihat indahnya dunia
Membuat hati terbawa
Dan bawa ku kesana
Dunia fatamorgana
Termanja-manja oleh rasa
Dan ku terbawa terbang tinggi oleh suasana
Dari sudut mata
Jantung hati mulai terjaga
Berbisik di telinga
Coba ingat semua
Dan bangunkanlah aku
Dari mimpi-mimpiku
Sesak aku disudut maya
Dan tersingkir dari dunia nyata
Dan bangunkanlah aku
Dari mimpi indahku
Terengah-engah ku berlari
Dari rasa yang harus kubatasi
Dan kau menawarkan
Rasa cinta dalam hati
Ku tak tahu harus bagaimana
Untuk raba mimpi atau nyata
Dan bedakan rasa dan suasana
Dalam rangka sayang atau cinta yang sebenarnya
Dan bangunkanlah aku
Dari buta mataku
Jangan pernah lepaskan aku
Untuk tenggelam di dalam mimpiku
:)
sumber : link
Sabtu, 28 Februari 2015
Kamis, 12 Februari 2015
Virga
Bersuanya para embun yang menguntai indah ke angkasa
Mengawali desir lirih dari sebuah keinginan semu
Butir demi butir saling menyatu, terikat dengan erat
Tak terbesit ingin melepas
Mereka sangatlah kuat
Tak akan semilir angin membuatnya goyah
Tak akan kepakan belibis membuatnya pasrah
Dia akan tetap teguh hanya menatapnya
Menatap elok paras sang bumi
Yang penuh bening hijaunya rerumputan
Penuh salam damai dari birunya lautan
Penuh siraman cahaya yang menelisik tajam ke sela pepohonan
Penuh rayuan dan pengharapan
Namun juga penuh kerapuhan dan ketidakpastian
Dia tidak peduli
Rasa itu terlanjur meracuni setiap sisi dirinya
Memaksa untuk saling melepas
Mencakar satu sama lain
Saling menyakiti
Disaat kegoyahan itu..
Sang bumi tersenyum padanya dengan matanya yang teduh
Membuat siapapun atau bahkan apapun akan terlena, terpana
Rantai itu pun terpecah, berderai..
Tetes demi tetes air mulai jatuh
Melayang, terbang bebas berbaur dengan debu bintang
Berharap dapat bersua dengan yang didamba
Berharap dapat menyentuhnya walau sedetik saja
Nyatanya, senyum itu bukanlah untuknya
Dia tersenyum, hanya saat memandang sang surya
Ah.. memang benar..
Apalah arti tetesan air yang dingin dibandingkan hangat pelukan sang surya?
Tetes demi tetes yang jatuh itu, akhirnya mulai menguap
Terkena terik dan panas sang surya yang tengah berbahagia
Tetes yang penuh pengharapan
Tetes yang penuh keinginan
Tetes yang penuh perasaan itu
Tak akan pernah bermuara
Tak akan pernah sampai pada pelabuhannya
Tak akan pernah sampai padanya
Namun, tak perlu bersedih
Mungkin memang itulah jawabannya
Karena ia hanyalah hujan yang tak pernah sampai ke bumi
Tak pernah bisa menyentuh tanah
Kalian tahu apakah itu?
Ya. Virga..
Langganan:
Postingan (Atom)