Assalamu'alaikum :)
Selamat malam ~
Bahasan kali ini mungkin mirip-mirip sama postingan tipis sebelumnya. Rada-rada berat dan sensitif gitu bahasannya, hehehe.. Over all semoga membantu untuk berpikir dan jadi anti galau :)
Beberapa waktu lalu aku sempet keluar bareng sohib nih. Sahabatku ini, sahabat dari SMP. Dulu waktu SMP nggak deket banget, eh setelah lulus malah nempel kayak perangko, bawaannya pengen ketemuu mulu(ciee) Tapi emang pas jalan bertiga itu selalu menemukan kekonyolan nggak terduga. Gila banget deh pokoknya! Bener-bener sampe lupa kalo diliatin orang-orang saking asyiknya :D Nah, sayangnya beberapa hari lalu, rencananya mau keluar bertiga bareng lagi, tapi jadwalnya nggak pas. Alhasil aku cuma keluar berdua sama satu sahabatku sebut saja A :) Dia ini turunan asli arab lo, hidungnya mancuung banget, matanya coklat muda, wah manis banget pokoknya! Aku sama A akhirnya memilih untuk ke sebuah cafe gitu buat bincang-bincang asik(ceilah) Sambil nunggu makanan sama minuman yang dipesen dateng, disitulah awal perbincangan dimulai. Awalnya aku bahas sebuah film yang sempet aku posting juga sebelumnya yang judulnya Vivah. Itu kan film bollywood, nah aku sama A itu doyan banget sama film bollywood. Jadi, akhirnya aku bahas film itu yang emang ngasih kesan yang ngena banget. Intinya kan tentang cinta yang berawal dari sebuah perjodohan dan berakhir di pelaminan(etdah) Pokoknya melting banget liatnya, banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari sana. Secara aku belum pernah melihat langsung alur cerita yang seperti itu dan aku bertanya pada sahabatku A, apakah di dunia nyata bener-bener bisa terjadi apa nggak. A yang notabene punya sepupu banyak, turunan arab yang masih kental dengan budayanya dan A sering ikut acara saat sepupu-sepupunya lamaran ataupun menikah akhirnya berbagi cerita. Dia ternyata cerita, bahwa sepupu-sepupunya memang rata-rata nggak pernah pacaran. Aku otomatis tanya gimana mereka bisa ketemu sama jodohnya. A bilang, kalo misalnya ada seorang pria yang sudah cukup matang dan ingin menikah, maka si pria akan mencari seorang wanita yang sesuai dengan kriterianya. Bisa dibantu lewat teman, saudara atau siapa saja. Nanti, pasti ada yang membawa kabar bahwa ada seorang wanita yang sesuai dengan kriterianya. Proses selanjutnya adalah bertemu dengan keluarga si wanita dengan itikad yang baik. Saat itulah si pria maupun si wanita bisa bertanya satu sama lain untuk lebih mengenal(mereka baru bertemu untuk pertama kali). Jika memang cocok dan sama-sama setuju untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih jauh. Maka, ditentukanlah tanggal untuk lamaran dan pernikahan. Sesimpel itu kelihatannya? Padahal nggak lo. A juga cerita, kalo misalnya dalam kurun waktu menunggu tanggal pernikahan itu pasti ada rintangannya. Itulah yang menguji cinta si pria dan wanita. Ternyata, setelah aku denger cerita ini dari A, aku sadar intinya sama banget kayak film tadi. A bahkan juga nambahin, bahwa ada sepupunya yang belum pernah kenal dengan laki-laki, tapi juga bisa bertemu dengan orang yang memang jodohnya. Saking keponya, aku lanjut tanya ke A kenapa bisa begitu. Dia hanya tersenyum dan menjawab "Cinta selalu nemuin jalannya mit. Pasti ada aja jalannya.."
Jadi intinya selalu berdoa, berprasangka baik dan percaya bahwa Allah akan mempertemukan kita dengan jodoh kita. Untuk apa bersedih berlarut-larut untuk seseorang yang bahkan tidak memikirkan kita, tidak memahami kelebihan dan kekurangan kita. Lebih baik memperbaiki diri agar jodoh yang datang pun semakin baik untuk kita. Selalu percaya pada Allah, bahwa cinta akan menemukan jalannya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar