Kamis, 22 Januari 2015

Puisi Kahlil Gibran

Assalamu'alaikum :)
Selamat pagi menjelang siang !

Kali ini aku bakal mosting tentang 2 buah puisi dari Kahlil Gibran yang paling aku suka, sama 1 buah kayak semacam quote gitu buatan Kahlil Gibran juga. Tiba-tiba dapet ide mosting ini soalnya beberapa hari yang lalu waktu nyari novel ebook malah terdampar ke website yang ada puisi-puisi buatannya Kahlil Gibran. Alhasil jadilah mosting ini :3 hehehe.. Langsung deh yaa, semoga menginspirasi :)


Cinta
Pengarang : Kahlil Gibran

Kenapa kita menutup mata saat kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat

Ketika kita menemukan seseorang 
Yang keunikannya sejalan dengan kita 
Kita bergabung dengannya 
Dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa
Yang dinamakan cinta.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
Seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
Melainkan suatu awal kehidupan baru
Kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti
Mereka yang telah dan tengah mencari 
Dan mereka yang telah mencoba.
Karena merekalah yang bisa menghargai 
Betapa pentingnya, 
Orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu,
Menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu,
Dan kamu masih menunggunya dengan setia.
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain 
Dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” Aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu, 
Bebaskan dirimu.
Biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
Kau mungkin menyadari, 
Bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya 
Tapi ketika cinta itu mati,
Kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia 
Bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya 
Melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
Kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
Dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
Cintamu akan tetap di hatinya
Sebagai penghargaan abadi 
Atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata 
” Aku lupa ….”
Menunggu selamanya ketika kamu berkata 
” Tunggu sebentar ”
Tetap tinggal ketika kamu berkata 
” Tinggalkan aku sendiri ”
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk 
dan belum berkata ” Bolehkah saya masuk ? ”

Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia
Bila ia berbuat kesalahan
Melainkan bagaimana kamu memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
Melainkan bagaimana kamu mengerti.
Bukanlah apa yang kamu lihat, 
Melainkan apa yang kamu rasa.
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, 
Melainkan bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya, 
Di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang.
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, 
Melainkan karena kita menyadari, 
Bahwa orang itu akan lebih berbahagia,
Apabila kita melepaskannya.

Kadangkala 
Orang yang paling mencintaimu adalah
Orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, 
Karena takut kau berpaling dan memberi jarak. 
Dan bila suatu saat pergi, 
Kau akan menyadari, 
Bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari...

Sebutir Debu
Pengarang : Kahlil Gibran

Adalah sebutir debu
Meringkuk kedinginan
Mengitari bumi tanpa rona
Selimut kecilnya tersapu angkasa
Rajut penghangatnya tercerai tanpa janji
Rindu...
Masih mendekam dalam setiap detak jantung nafasnya
Walau hanya sekedar sapa
Hanya sebatas tanya
Di setiap penat letih dan keterpurukannya
Dia berlari di tengah gurun gulita
Mengais-ais oase kehangatan
Bintang di tirai angkasa, tak cukup untuk menghangatkannya
Mencari bulan, namun raib
Mentari, ia pun terlelap.
Biarkan...
Biarkan saja dia sendiri
Menikmati renungan gulita
Biarkan sang raja malam mengurungnya
Memenjarakan nya dalam gelap
Menghangatkan diri sendiri di perapian bagaskara...
(sumber : http://www.kumpulan-puisi.com/kahlil-gibran-poetry.php)

Yang ini kata-kata yang paling aku suka dari Kahlil Gibran :)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)
(sumber : http://rahmadku.tripod.com/puisi_cinta.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar